Anak lelaki yang duduk di bangku panjang itu menghirup udara lembab pagi hari yang terasa menyegarkan. Helaan nafasnya terkadang menyelingi tolehan kepalanya. Jelas sekali anak itu menanti seseorang. Anak itu menengok jam tangannya dan menggoyangkan kakinya menutupi rasabosannya. "Baru lima belas menit. Aku tidak boleh mundur sekarang," desahnya lirih berusaha menenangkan hatinya. Bapak penjaga
No comments:
Post a Comment