Bagian 4 Sore itu begitu terik. Ray melonjorkan kakinya di depan teras, pikirannya masih terasa sedikit di awang-awang. Pemuda itu tersenyum mengingat gadis yang baru saja menghilang di tikungan jalan. Satu hal yang mungkin tak bisa dimaafkannya adalah betapa tadi siang gadis itumenjejali mulutnya dengan daging kelapa muda, di saat ia memang sedang mencoba melupakan Enni dengan gayanya sendiri.
No comments:
Post a Comment