Thursday, February 10, 2011

Cinta abadi

Enam bulan sejak kepergian Ngatinah, hidupku terasa sepi. Bahkan kopi yang kubuat sendiri terasa sangat kecut hari ini. Angin panas di depan rumah seakan hendak masuk dan membakar daging-daging tua ini. Ahh Ngatinah, seandainya kau masih ada, tentu hidup tidak sesepi ini. Anak-anak yang sudah di negeri Jiran, justru tidak pernah mengingat kita, selain menunjukkan eksistensi mereka dengan selembar

No comments:

Post a Comment